Daftar Karya Yasser A. Amiruddin
Guru Penulis, Laskar Pendidikan tanpa Batas. Berjihad Mencerdaskan Kehidupan bangsa, Berjuang Menghentikan Pemasungan Anak Negeri
Daftar Buku Terbit (0)
Yasser A. Amiruddin
Guru Penulis, Laskar Pendidikan tanpa Batas. Berjihad Mencerdaskan Kehidupan bangsa, Berjuang Menghentikan Pemasungan Anak Negeri
Yasser A. Amiruddin merupakan guru dan penulis asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, yang menapaki jalan pengabdian dengan visi yang jernih, semangat belajar yang tak berkesudahan, dan langkah yang terukur. Nama “Yasser” ia maknai sebagai akronim Yakin Akan Sukses: Sinergi, Energi, Resonansi, sebuah falsafah personal yang menegaskan bahwa keberhasilan tidak lahir dari perjalanan seorang diri, melainkan dari kemampuan membangun kolaborasi, menggerakkan energi positif, dan menghadirkan resonansi yang memberi manfaat bagi sesama. Dalam dunia pendidikan, Yasser tidak hanya menjalankan peran sebagai guru, tetapi juga aktif sebagai Guru Penggerak Angkatan 1 Kabupaten Wajo, Asesor Program Sekolah Penggerak Kemdikbudristek, Asesor Program Guru Penggerak Kemdikbudristek, Asesor Program PPG Prajabatan Kemdikbudristek, Narasumber Berbagi Praktik Baik Kemdikbudristek, serta Kontributor Perangkat Ajar PMM. Berbagai peran tersebut menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk berbagi pengalaman, memperkuat ekosistem pembelajaran, dan mendorong lahirnya praktik pendidikan yang relevan dengan tuntutan zaman. Jejak pengembangannya juga terbentuk melalui pengalaman belajar pada tingkat internasional. Ia merupakan Alumni Educational Leadership in the 21st Century pada National Institute of Education Singapore & Nanyang Technological University Singapore. Di bidang transformasi digital dan inovasi pembelajaran, ia juga dipercaya sebagai Microsoft Innovative Educator Master Trainer, Google Master Trainer Level 1, serta Master Trainers for the SCAM Ready ASEAN program. Pengalaman tersebut memperluas perspektifnya bahwa pendidikan abad ke-21 tidak cukup hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga tentang kepemimpinan, kreativitas, kolaborasi, literasi digital, dan kemampuan manusia untuk terus beradaptasi. Sebagai penulis, Yasser telah menghasilkan 55 buku ber-ISBN/QRCBN, yang terdiri atas 13 buku solo dan 42 buku antologi, serta 1 jurnal ber-ISSN, 1 e-book, 1 Modul Projek yang dikurasi Kemdikbudristek, dan sejumlah artikel yang dimuat di media koran. Baginya, menulis bukan sekadar aktivitas menghasilkan buku, melainkan cara untuk mendokumentasikan pengalaman, merawat gagasan, dan meninggalkan pengetahuan agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Di balik berbagai aktivitas pendidikan, kepenulisan, dan pengabdian tersebut, terdapat keluarga yang menjadi ruang pulang sekaligus sumber energi dalam perjalanan hidupnya. Yasser A. Amiruddin menikah dengan Andi Titin pada 1 Desember 2009. Dari pernikahan tersebut, mereka dianugerahi dua buah hati, yaitu Andi Kaltsum Al-Khaerunnisa dan Andi Abdillah Al-Khaerunnas. Keluarga bagi Yasser bukan sekadar bagian dari kehidupan personal, tetapi juga menjadi salah satu sumber kekuatan untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdikan diri. Berbagai penghargaan dan kesempatan pengembangan di tingkat nasional maupun internasional menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Ia juga lolos seleksi School Leadership Workshop 2.0 Singapore, sebuah pengalaman yang semakin memperkaya perspektifnya dalam kepemimpinan sekolah dan pengembangan mutu pendidikan. Di antara ruang kelas, organisasi, pelatihan, keluarga, dan halaman-halaman buku, Yasser meyakini bahwa pengabdian sejatinya bukan tentang seberapa panjang seseorang berdiri di depan, melainkan seberapa jauh jejaknya mampu menggerakkan orang lain untuk berjalan. Baginya, pendidikan adalah jalan pengabdian, menulis adalah cara mengabadikan gagasan, keluarga adalah tempat menimba kekuatan, dan berbagi adalah ikhtiar agar pengetahuan tidak berhenti pada diri sendiri. Karena pada akhirnya, keberhasilan seorang pendidik bukan hanya ketika ia berhasil mencetak prestasi, tetapi ketika nilai, pengetahuan, keteladanan, dan kasih yang ia tanamkan terus hidup dalam diri orang-orang yang pernah disentuh oleh pengabdiannya.